20260512_-_Menpora_Buka_TOT_Penggerak_Olahraga_Disabilitas_untuk_Cetak_Atlet_Masa_Depan

500 Peserta Ikuti Pelatihan TPON Batch Kedua, Kemenpora Perkuat Penggerak Olahraga Berbasis Teknologi

JAKARTA – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kembali menggelar Pelatihan Tenaga Penggerak Olahraga Nasional (TPON) Batch Ke-2 yang diikuti sebanyak 500 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat budaya olahraga masyarakat sekaligus mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang olahraga.

Pelatihan TPON Batch Ke-2 dibagi ke dalam dua gelombang. Batch 2A diikuti 250 peserta yang menjalani pelatihan pada 7 hingga 13 Juni 2026, sementara Batch 2B dengan jumlah peserta yang sama akan berlangsung pada 14 hingga 20 Juni 2026.

Seluruh peserta mengikuti proses pembelajaran melalui sistem Learning Management System (LMS) yang diselenggarakan Kemenpora. Setelah menyelesaikan materi daring, mereka akan mengikuti sesi penajaman materi melalui Zoom pada 22 Juni 2026.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengatakan program TPON merupakan bagian dari implementasi Manajemen Talenta Nasional (MTN) yang sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat konsolidasi pembinaan olahraga melalui akademi olahraga terpadu, modern, dan berbasis teknologi.

“TPON ini diikuti para peserta dari berbagai daerah di Indonesia, yang berasal dari berbagai kalangan. Program ini merupakan bagian dari Manajemen Talenta Nasional (MTN), yang termasuk bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan konsolidasi pembinaan olahraga melalui akademi olahraga terpadu, modern dan berbasis teknologi,” ujar Erick.

Menurutnya, TPON merupakan individu yang memiliki kompetensi untuk menggerakkan masyarakat agar lebih aktif berolahraga. Perannya meliputi mengajak masyarakat melakukan aktivitas fisik, mendampingi kegiatan olahraga, memberikan edukasi, hingga mendorong penerapan pola hidup sehat.

Untuk mendukung peran tersebut, materi pelatihan dirancang secara komprehensif dengan mencakup berbagai aspek, mulai dari kebijakan olahraga, filosofi profesi, psikologi aktivitas fisik, nutrisi, keselamatan, inklusi sosial, manajemen program, hingga pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal.

Melalui pelatihan ini, Kemenpora menargetkan lahirnya tenaga penggerak olahraga yang kompeten, adaptif, dan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran juga diharapkan dapat memperluas jangkauan pembinaan serta memperkuat budaya olahraga nasional.

Program TPON menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap aktivitas fisik sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia yang lebih sehat, bugar, dan berprestasi menuju visi Indonesia Emas 2045.