7eb8a367-d2d7-4699-8b9c-2c989e1a8e68

Jakarta Siap Gelar Asian Indonesia Open Taekwondo Championships 2026

JAKARTA – Indonesia kembali dipercaya menjadi tuan rumah kejuaraan taekwondo tingkat Asia. Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) tengah mematangkan persiapan penyelenggaraan 8th Asian Indonesia Open Taekwondo Championships 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 1 hingga 5 Agustus 2026 di Indoor Tennis Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta.

Ajang internasional tersebut akan mempertemukan atlet-atlet taekwondo dari berbagai negara Asia dalam dua nomor utama, yakni Poomsae (jurus) dan Kyorugi (tanding). Kejuaraan ini sekaligus menjadi momentum bagi Indonesia untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai penyelenggara event olahraga berstandar internasional.

Ketua Umum PBTI, Letjen TNI Richard Tampubolon, mengatakan seluruh aspek penyelenggaraan terus dipersiapkan agar berjalan sesuai standar federasi taekwondo dunia. Menurutnya, pengalaman Indonesia dalam menggelar berbagai kejuaraan nasional maupun internasional menjadi modal penting dalam menyukseskan kompetisi tersebut.

“Kami memastikan seluruh persiapan, mulai dari kelayakan venue hingga kesiapan perangkat pertandingan, berjalan sesuai standar yang ditetapkan. Indonesia siap memberikan atmosfer kompetisi terbaik bagi para atlet se-Asia,” ujar Richard dalam keterangan tertulis, Kamis (11/6/2026).

Untuk kategori Poomsae Recognized dan Freestyle, pertandingan akan berlangsung pada 1 hingga 2 Agustus 2026. Sementara nomor Kyorugi senior putra dan putri dijadwalkan digelar pada 3 hingga 5 Agustus 2026.

Pemilihan Indoor Tennis GBK dinilai strategis karena memiliki fasilitas pertandingan berstandar internasional. Arena tersebut memiliki area pertandingan seluas 40 x 40 meter serta kapasitas tribun yang mampu menampung hampir 4.000 penonton.

Panitia juga menyiapkan tiga arena pertandingan yang akan digunakan untuk nomor Poomsae dan Kyorugi. Sejumlah fasilitas pendukung seperti ruang VIP, ruang pertandingan, area ofisial, kantin, kafe, dan ruang berpendingin udara turut disediakan guna menunjang kenyamanan peserta maupun penonton.

Selain menjadi ajang perebutan prestasi, kejuaraan ini membuka kesempatan bagi atlet Indonesia untuk mengukur kemampuan menghadapi lawan-lawan terbaik Asia tanpa harus bertanding di luar negeri. PBTI berharap penyelenggaraan turnamen ini dapat memperkuat pembinaan atlet nasional sekaligus memperkokoh posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pengembangan taekwondo di kawasan Asia Tenggara.