Nicholas Armanto Bidik Podium Asia, Sukses sebagai Atlet dan Pembina Taekwondo Kota Bekasi

KOTA BEKASI – Nama Nicholas Armanto terus menjadi salah satu kekuatan taekwondo Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Atlet asal Kota Bekasi itu tidak hanya konsisten tampil di level nasional dan internasional, tetapi juga mulai mengambil peran strategis dalam pembinaan atlet muda menuju regenerasi taekwondo Jawa Barat.

Memasuki usia 26 tahun, Nicholas telah mengoleksi pengalaman bertanding di berbagai ajang bergengsi. Berlatih bersama Dojang Global Star Kota Bekasi di bawah arahan pelatih Muhammad Rizki, ia berkembang menjadi salah satu atlet yang mampu bersaing di level elite.

Perjalanan karier Nicholas dimulai sejak usia dini berkat dukungan sang ayah yang memperkenalkannya pada olahraga taekwondo. Motivasinya semakin menguat setelah menyaksikan atlet Indonesia Basuki Nugroho meraih medali emas pada SEA Games 2011 di Indonesia.

“Momen itu menjadi titik awal saya bercita-cita tampil membela Indonesia. Saya banyak belajar dari semangat beliau,” ujar Nicholas kepada jurnalis BEKASI NOW saat ditemui di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, 23 Juli 2026.

Kerja keras yang dibangun selama bertahun-tahun membuahkan hasil. Nicholas menjadi bagian dari kontingen Jawa Barat yang meraih medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021.

Di level internasional, ia memperkuat tim nasional Indonesia pada SEA Games Vietnam 2021 dan berhasil membawa pulang medali perak. Dua tahun kemudian, Nicholas kembali mempersembahkan medali perak pada SEA Games Kamboja 2023.

Prestasi berikutnya datang pada 16th ASEAN Taekwondo Championship 2023 di Filipina. Bertanding di kelas U-87 kilogram, Nicholas sukses merebut medali emas sekaligus mempertegas kapasitasnya sebagai salah satu atlet taekwondo terbaik Indonesia di kawasan Asia Tenggara.

Kini, fokus Nicholas tidak hanya tertuju pada pencapaian pribadi. Ia juga dipercaya KONI Kota Bekasi sebagai pelatih tim taekwondo yang dipersiapkan menghadapi Porprov XV Jawa Barat 2026. Peran tersebut menjadi bagian dari upaya regenerasi atlet sekaligus transfer pengalaman kepada talenta-talenta muda.

Menurut Nicholas, kualitas teknik harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter dan disiplin.

“Kedisiplinan adalah kunci utama keberhasilan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan para atlet agar tidak berhenti berusaha ketika target belum tercapai.

“Jangan patah semangat jika tujuan belum tercapai, karena masih banyak kesempatan yang akan datang. Kesempatan tidak bisa diprediksi, maka selalu maksimal agar kesempatan yang datang tidak menjadi sia-sia,” ujarnya.

Meski memiliki tanggung jawab sebagai pelatih, Nicholas tetap menjaga performanya sebagai atlet aktif. Dalam waktu dekat, ia dijadwalkan tampil pada 8th Asian Taekwondo, Indonesia Open Championship 2026 yang berlangsung pada 1–5 Agustus di Tennis Indoor Senayan, Jakarta.

Kejuaraan yang berada di bawah naungan Asian Taekwondo Union (ATU) dan World Taekwondo (WT) tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam kalender kompetisi taekwondo Asia sekaligus menjadi tolok ukur kesiapan para atlet menghadapi turnamen internasional berikutnya.

Bagi Nicholas, setiap pertandingan bukan sekadar perebutan medali, tetapi juga kesempatan untuk terus meningkatkan kualitas diri sekaligus membawa nama Kota Bekasi dan Indonesia tetap diperhitungkan di pentas taekwondo internasional.