Barongsai Jadi Cabang Prestasi di Porprov XV Jabar 2026, 10 Nomor Dipertandingkan
KOTA BEKASI – Barongsai akan menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan pada Porprov XV Jawa Barat 2026 di Kota Bekasi. Sebanyak 10 nomor pertandingan disiapkan, mencakup nomor barongsai, naga atau liong, hingga pekingsai.
Di balik penampilannya yang atraktif, barongsai merupakan olahraga dengan tuntutan teknik dan fisik yang tinggi. Atlet harus memiliki kekuatan, keseimbangan, kelenturan, koordinasi, serta kemampuan bekerja sama dengan rekan satu tim.
Dalam satu kostum barongsai, dua atlet menjalankan fungsi berbeda namun harus bergerak secara sinkron. Atlet bagian depan mengendalikan kepala serta ekspresi, sedangkan atlet bagian belakang menopang dan mengikuti setiap rangkaian gerakan.
Tingkat kesulitan meningkat pada nomor tonggak. Atlet harus melakukan lompatan serta perpindahan di antara pijakan yang terbatas dengan tetap menjaga keseimbangan. Akurasi gerak dan ketepatan pendaratan menjadi unsur penting dalam penilaian.
Kompetisi barongsai juga memiliki beragam nomor, mulai dari taolu bebas dan tradisional hingga kecepatan, halang rintang, serta ketangkasan. Selain itu, cabang ini mempertandingkan nomor naga atau liong dan pekingsai dengan karakter teknik berbeda.
Di Indonesia, pembinaan olahraga barongsai berada di bawah Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI). Organisasi tersebut berdiri pada 2012 dan menjadi anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) pada 2013.
Masuknya barongsai dalam Porprov XV Jabar 2026 memperlihatkan posisi cabang ini sebagai olahraga prestasi yang semakin berkembang. Unsur budaya tetap melekat, tetapi di arena pertandingan, kekuatan fisik, teknik, keberanian, koordinasi dan presisi menjadi faktor utama dalam menentukan hasil.






