Industri Olahraga Diperkuat, Porprov XV Jabar 2026 Jadi Momentum Penting bagi Daerah

JAWA BARAT – Penguatan industri olahraga nasional menjadi salah satu agenda yang terus didorong pemerintah. Langkah tersebut dinilai relevan dengan penyelenggaraan Porprov XV Jawa Barat 2026 yang akan berlangsung pada November mendatang.

Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir memulai kick-off penyusunan Desain Besar Pengembangan Industri Olahraga di Bappenas, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2026).

Erick menegaskan bahwa pengembangan olahraga tidak bisa berjalan sendiri. Menurutnya, diperlukan sinergi antara Kemenpora, Kementerian Pariwisata, Bappenas, pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan lain agar olahraga mampu memberikan dampak yang lebih besar.

Salah satu fokus yang terus dikembangkan adalah sport tourism atau wisata olahraga. Melalui konsep tersebut, penyelenggaraan kompetisi tidak hanya diarahkan pada pencapaian prestasi, tetapi juga pada penguatan ekonomi lokal.

“Jangan juga sebuah event ini hanya melambung sendiri tetapi tanpa memayungi seluruh kegiatan masyarakat daerah,” ujar Erick.

Pemerintah menilai event olahraga memiliki mata rantai ekonomi yang panjang, mulai dari akomodasi, transportasi, kuliner, perdagangan, UMKM hingga sektor ekonomi kreatif.

Porprov XV Jabar 2026 memiliki potensi besar dalam kerangka tersebut. Ajang olahraga terbesar tingkat provinsi ini dijadwalkan berlangsung pada 7–20 November 2026 dan akan melibatkan atlet serta ofisial dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Mobilitas peserta dan pendukung selama pertandingan berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi di daerah penyelenggara sekaligus memperluas promosi kawasan melalui olahraga.

Erick mencontohkan MotoGP Mandalika yang disebut telah memberikan dampak ekonomi hampir Rp5 triliun.

Meski berbeda skala, semangat yang sama dapat diterapkan pada Porprov. Selain menjadi arena pembinaan dan pengukuran prestasi atlet, Porprov XV Jabar 2026 juga berpeluang menjadi bagian penting dalam pembangunan ekosistem industri olahraga di tingkat daerah.