FOKSI Jabar Padukan Pelatihan Wasit dan Simulasi Atlet untuk Eksebisi Porprov XV
KOTA BANDUNG – FOKSI Jawa Barat memadukan peningkatan kompetensi wasit dengan simulasi atlet dalam persiapan eksebisi Kabaddi Porprov XV Jawa Barat 2026. Pendekatan tersebut digunakan untuk mematangkan penerapan regulasi sekaligus kesiapan peserta sebelum pertandingan berlangsung.
Pelatihan Kompetensi dan Refreshment Wasit serta Simulasi Pertandingan Kabaddi digelar di STKIP Pasundan, Kota Cimahi, pada 10–11 Oktober 2026. Para wasit menerima pembekalan teori sebelum mendapat kesempatan memimpin pertandingan simulasi.
Ketua Umum Pengprov Federasi Olahraga Kabaddi Seluruh Indonesia (FOKSI) Jabar, Uung Tanuwidjaja, mengatakan materi penyegaran mencakup aturan permainan dan pengambilan keputusan. FOKSI Jabar juga menyosialisasikan pembaruan regulasi International Kabaddi Federation (IKF).
Kegiatan tersebut melanjutkan pelatihan dan penataran wasit yang sebelumnya diselenggarakan bersama Pengurus Pusat FOKSI pada awal 2026. Penyegaran diharapkan memperkuat pemahaman para pengadil mengenai ketentuan yang digunakan dalam pertandingan.
Melalui simulasi, wasit dapat mempraktikkan penerapan aturan pada situasi lapangan. Keseragaman pemahaman regulasi menjadi salah satu tujuan pembekalan agar pertandingan berjalan lancar dan potensi kesalahan penerapan aturan dapat diminimalkan.
Simulasi diikuti sekitar 150 atlet dari sejumlah pengurus cabang FOKSI kabupaten dan kota. Jumlah itu merupakan bagian dari lebih dari 200 atlet yang telah terdaftar untuk mengikuti eksebisi Kabaddi Porprov XV Jabar 2026.
Pertandingan persiapan memainkan nomor national style putra dan putri. Dua nomor lainnya, super five dan three star, tidak dimainkan dalam simulasi, tetapi tetap masuk dalam agenda eksebisi.
“Untuk eksebisi Porprov XV Jabar cabang olahraga Kabaddi, kita akan mempertandingkan enam nomor. Yakni national style, super five, dan three star di kategori putra dan putri,” tutur Uung di Gedung KONI Jabar, Senin (12/10/2026).
Eksebisi dijadwalkan berlangsung di Kota Bandung pada 4–8 November 2026. Uung menegaskan bahwa status eksebisi tetap membutuhkan kesiapan teknis dan kualitas penyelenggaraan yang baik.
Menurutnya, pertandingan berkualitas akan mendukung pengembangan atlet sekaligus sumber daya manusia olahraga Kabaddi di Jawa Barat. Karena itu, persiapan Porprov berkaitan dengan agenda pembinaan yang lebih panjang.
“Agenda ke depan tidak terhenti di eksebisi, tetapi ada seleknas SEA Games, lalu babak kualifikasi PON pada 2027, dan PON XXII tahun 2028 mendatang,” kata Uung.
Ia berharap dukungan KONI Jabar, STKIP Pasundan, pengcab FOKSI, dan pihak terkait terus berlanjut untuk memperkuat pembinaan atlet serta peningkatan kompetensi perangkat pertandingan.






