067867300_1765204811-Atlet_MMA_Sukabumi

Polemik Atlet MMA Sukabumi Raih Medali Emas, Diduga Didiskriminasi Pemerintah Kota

Kota Sukabumi, Jawa Barat — Polemik muncul di dunia olahraga Sukabumi setelah organisasi Indonesia Boxing Council Mixed Martial Arts (IBC MMA) Kota Sukabumi menyatakan kekecewaannya terhadap Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi terkait pemberian apresiasi kepada atlet berprestasi. Mereka menilai ada ketidakmerataan dalam penghargaan yang diberikan kepada para atlet, khususnya setelah raihan medali pada ajang olahraga bergengsi.

Ketua IBC MMA Kota Sukabumi, Irsan Praherdy Munandar, mengungkapkan bahwa Pemkot hanya memanggil atlet dari cabang olahraga anggar untuk menerima apresiasi resmi. Sementara atlet dari MMA yang telah mengharumkan nama daerah justru tidak mendapatkan undangan serupa.

Menurut Irsan, perhatian dan penghargaan dari pimpinan daerah bukan hanya soal seremoni, tetapi juga bentuk dukungan moril yang sangat penting bagi psikologis dan motivasi atlet. Ia menilai pemanggilan langsung para atlet berprestasi bisa meningkatkan semangat mereka untuk menghadapi kompetisi tingkat lebih tinggi, termasuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat.

Prestasi Atlet MMA Sukabumi

Pada Babak Kualifikasi Porprov Jawa Barat, IBC MMA Sukabumi mencatat prestasi yang membanggakan. Dari empat atlet yang diturunkan, tiga di antaranya berhasil menyumbangkan medali untuk Kota Sukabumi, yakni:

  • Melki Al Hoiri meraih medali emas
  • Muhammad Ramdan meraih medali perunggu
  • Iqbal meraih medali perunggu

Selain itu, Melki Al Hoiri juga berhasil meraih medali emas pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) eksibisi dan Kejuaraan Nasional IBC yang digelar di Jakarta.

Tanggapan Pemerintah Kota Sukabumi

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Sukabumi, Rahmat Sukandar, mengklarifikasi bahwa Pemkot tidak melakukan diskriminasi terhadap cabang olahraga mana pun. Ia menegaskan bahwa semua atlet berprestasi diperlakukan secara setara dan berhak mendapatkan apresiasi yang sama dari pemerintah daerah.

Menurut Rahmat, tidak ada perlakuan khusus atau istimewa terhadap cabang olahraga tertentu dalam kebijakan pemerintah. Ia menegaskan bahwa semua atlet yang berjuang dan membawa nama baik daerah memang layak mendapatkan penghargaan yang setara tanpa pilih kasih.

Harapan ke Depan

Polemik ini memunculkan diskusi seputar pentingnya apresiasi yang adil dan merata kepada seluruh atlet yang berprestasi, tidak hanya sekadar seremoni formalitas. IBC MMA berharap ke depan seluruh atlet yang berjasa mengangkat nama Kota Sukabumi di berbagai ajang olahraga dapat diakui secara setara oleh pihak pemerintah daerah, sehingga semangat dan motivasi mereka semakin kuat dalam berprestasi di tingkat provinsi maupun nasional.


Sumber

Berita ini disadur berdasarkan artikel Liputan6.com berjudul “Polemik Atlet MMA Sukabumi Raih Medali Emas Diduga Didiskriminasi Pemkot” yang dipublikasikan pada 8 Desember 2025.